"
Namun, tidak dapat menutup mata, dampak negatif yang selanjutnya menjadi tantangan yang harus kita hadapi di era digital ini adalah derasnya arus informasi yang tidak bisa kita bendung, kekerasan yang berbasis digital (cyber bullying, cyber crime, cyber sexual), mentalitas “instan” yang secara langsung ataupun tidak, misalnya, fenomena Fearing Of Missing Out (FOMO) dan masih banyak permasalahan lainnya yang hadir.
Dalam menghadapi berbagai macam dinamika kehidupan, Allah telah menganugerahkan kepada setiap manusia self recilience, yaitu mekanisme dinamis yang menyertakan peran beragam faktor individual, sosial, dan lingkungan yang menggambarkan kapasitas dan ketangguhan seseorang untuk bangkit dari permasalahan emosional negatif ketika menghadapi situasi yang menekan atau mengandung kendala yang signifikan (Hendriani, 2018)[1].
Secara alamiah manusia memiliki ketangguhan, kecenderungan untuk bangkit dari keterpurukan, kemampuan beradaptasi dengan situasi yang menyulitkan.
"
BACA JUGA: Persis Dukung Penyelenggaraan Sidang Isbat Demi Minimalisasi Dampak Perbedaan di Kalangan Umat Islam Indonesia